INFORMASI OTOMOTIF Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Bernie Moreno, menganggap mobil China sebagai penyakit kanker. Moreno mengajak negara lain untuk juga melarang beredarnya mobil China.
Diberitakan Reuters, Moreno mengatakan bahwa ia mengajukan undang-undang untuk memperketat larangan produsen mobil China masuk pasar Amerika. Dia mendorong negara-negara lain untuk mengikuti langkah tersebut.
Sebelumnya, Amerika telah melarang produsen mobil China untuk menjual kendaraan penumpangnya pada Januari 2025. Alasannya, mobil China dikhawatirkan mengancam keamanan nasional terkait kemampuan kendaraan untuk mengumpulkan data sensitif tentang warga Amerika.
Larangan tersebut mendapat dukungan kuat dari produsen mobil AS. Awal bulan ini, kelompok perdagangan otomotif utama mendesak pemerintah AS untuk mencegah produsen mobil China masuk ke negara itu.
Senator Moreno mengatakan rancangan undang-undang yang diusulkannya akan melangkah lebih jauh daripada larangan impor. Peraturan baru akan menutup akses terhadap mobil China di AS.
“Tidak akan pernah ada skenario di mana mobil China akan memasuki pasar kita, baik itu perangkat keras, perangkat lunak, maupun kemitraan,”
“Tidak akan ada mobil China di sini. Dan yang saya harapkan adalah Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa, mengadopsi standar yang sama dengan kita sekarang,”
“Kita tidak mengizinkan Huawei masuk ke infrastruktur telekomunikasi kita. Kita tidak akan mengizinkan produsen mobil China masuk ke pasar ini. Kita akan mencegah kanker masuk ke pasar kita, dan kita akan membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi,” sebutnya.
Kedutaan Besar China di Washington mengatakan, pintu China terbuka bagi perusahaan otomotif global. Namun, China menganggap AS telah terlibat dalam proteksionisme perdagangan dan menciptakan hambatan termasuk kebijakan subsidi diskriminatif untuk menghalangi akses mobil buatan China ke pasar AS.
Kedutaan menambahkan bahwa seruan Moreno itu melanggar prinsip-prinsip ekonomi pasar dan persaingan yang adil. “Dan merupakan tipikal proteksionisme dan pemaksaan ekonomi. China dengan tegas menentang hal ini,”